KONI Jatim Adakan Rapid Test Untuk Atlet dan Pelatih

Sumber: KONI Jatim

KONI Jawa Timur (Jatim) lakukan rapid test untuk para atlet dan pelatih. Rapid test ini merupakan yang kedua kalinya mereka adakan, setelah sebelumnya pernah dilakukan pada bulan April lalu. Kali ini, rapid test diadakan di tiga kota di Jawa Timur, yaitu Surabaya, Malang dan Kediri.

Diceritakan oleh Rahmat Adhy Kurniawan selaku Bidang Media dan Humas KONI Jatim, kalau dilakukannya rapid test ini untuk mengetahui dan menjaga keselamatan dan kesehatan para atlet di tengah pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, di tengah pandemi seperti ini, yang terpenting adalah keselamatan dan kesehatan para atlet. “Karena dalam pandemi seperti ini, prestasi berada di nomor sekian. Yang terpenting adalah keselamatan dan kesehatan atlet agar tidak tertular. Ketika sudah sehat, baru prestasi,” katanya.

Rahmat juga mengatakan kalau untuk saat ini pun di Jatim belum ada pemusatan latihan sehingga semua diserahkan pada atlet dan pelatih dengan menggelar latihan sendiri di rumah. Selanjutnya, tinggal KONI Jatim yang melakukan pemantauan melalui aplikasi Zoom, guna mengetahui apakah atlet tersebut benar-benar melakukan latihan sesuai dengan program yang sudah dijadwalkan.

Hal ini, menurut Rahmat, akan terus berlangsung hingga pemerintah mengumumkan situasi sudah aman. “Hanya aja karena kami menganggapnya belum aman, apalagi Jawa Timur, jadi sementara lakukan training from home,” lanjutnya. Untuk rapid test yang diadakannya sendiri sebenarnya adalah tugas yang diinstruksikan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa untuk persiapan kesehatan atlet dan pelatih menjelang PON XX Papua.

Dari hasil rapid test sebelumnya pun dengan total lebih dari 1000 sampel dan dua kali pengambilan tes, hasilnya menunjukkan non reaktif. KONI Jatim menjalankan rapid test secara drive thru untuk mencegah terjadinya berkumpulnya banyak orang dalam satu lokasi di waktu yang bersamaan. Apabila ada atlet atau pelatih yang reaktif, maka segera melakukan swab test yang ditanggung biayanya oleh KONI Jatim. “Tapi, alhamdulillah, semuanya non reaktif,” ujar Rahmat. Selanjutnya, mereka akan melakukan pengambilan rapid test kedua di tanggal 18 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *