KONI Pusat Lakukan Visitasi Venue PON XXII/2028 di NTT, Cek Kesiapan dan Kelayakan
Tim visitasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang dipimpin Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI Purn. Dr. Suwarno bersama Wakil VI Ketua Umum KONI Pusat Josef Nae Soi dan 38 Technical Delegate (TD) cabang olahraga melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi pertandingan (venue) serta fasilitas pendukung untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rangkaian kunjungan diawali dengan pertemuan bersama Gubernur NTT yang juga menjabat Ketua Umum KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Kantor Gubernur NTT pada 15 Oktober 2027. Dalam pertemuan tersebut, Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI Purn. Dr. Suwarno didampingi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat Brigjen TNI Purn. Ahmad Saefudin beserta jajaran pengurus KONI Pusat.
Visitasi difokuskan pada sejumlah lokasi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Dari lebih dari 23 cabang olahraga yang direncanakan dipertandingkan di NTT, sebagian besar lokasi pertandingan berada di wilayah ibu kota provinsi dan sekitarnya. Sementara itu, beberapa cabang olahraga lainnya direncanakan berlangsung di wilayah berbeda, termasuk Sumba Timur, Sumba Barat, Rote Ndao, Alor, Ngada , Sikka, Labuan Bajo dan Ende.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bersikap terbuka terhadap proses evaluasi dan masukan dari tim Technical Delegate terkait persiapan penyelenggaraan PON XXII/2028.
“Semoga semua proses Technical Delegate ini berjalan dengan baik. Kalau ada hal-hal yang kurang, mewakili seluruh teman-teman KONI, OPD, dan teman-teman di daerah, saya memohon maaf. Kalau ada hal-hal yang menjadi catatan, kami minta disampaikan apa adanya kepada kami dan semua tim yang mengurus,” tegasnya.
Ia juga menyambut kedatangan tim KONI Pusat dan berharap pendampingan serta evaluasi yang dilakukan dapat membantu NTT mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON.
“Selamat datang di Kota Kupang, di Provinsi NTT, dan selamat menjalankan tugas sebagai Technical Delegate. Semoga kami dibantu menjadi tuan rumah yang benar-benar nanti mempersiapkan diri dengan baik,” tambahnya.
Laka Lena juga menjelaskan bahwa penetapan tanggal 15 Oktober sebagai momentum pelaksanaan kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri, yakni menunjukkan kesiapan NTT untuk melangkah menuju PON 2028 setelah menghadapi bencana gempa bumi di Flores.
“Hari ini bertepatan dua bulan. Kenapa dipilih tanggal 15 Oktober ini? Karena biar kita semua melihat bahwa dua bulan setelah gempa Flores, NTT siap menuju PON,” jelasnya.
Terkait penyebaran lokasi pertandingan, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen agar penyelenggaraan PON tidak hanya terpusat di Kota Kupang, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kabupaten lain untuk menjadi lokasi pertandingan.
“Kenapa kami sebar pelaksanaan ini di beberapa tempat di luar Kupang? Karena para bupati ini sangat antusias. Belum tentu 100 tahun lagi NTT menjadi tuan rumah PON. Nanti setelah (cabor) diputuskan oleh KONI Pusat, mereka akan alokasikan melalui APBD dan semua sudah standby, tinggal tunggu keputusan,” ungkapnya.
Menurutnya, antusiasme pemerintah kabupaten menjadi salah satu faktor pendukung dalam pemerataan pelaksanaan pertandingan. Namun, penetapan cabang olahraga dan lokasi pertandingan tetap menunggu keputusan KONI Pusat berdasarkan hasil evaluasi dan kelayakan venue.
Sementara itu, Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI Purn. Dr. Suwarno mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mempersiapkan penyelenggaraan PON XXII/2028. Ia mengingatkan bahwa terdapat dua tanggung jawab utama yang harus dipersiapkan, yakni menyiapkan kontingen atlet yang akan bertanding serta menyelenggarakan PON dengan baik.

Menurut Suwarno, langkah awal yang perlu segera dilakukan adalah membentuk Pengurus Besar (PB) PON sebagai organisasi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan ajang olahraga nasional tersebut.
“Terima kasih atas penyambutan Bapak Gubernur. Sebagai penyelenggara, yang bertanggung jawab adalah Bapak Gubernur. Untuk memulainya, kita harus membuat organisasi Pengurus Besar (PB) PON NTT. Saran kami, libatkan seluruh kepala dinas sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing,” arahannya.
Ia menegaskan, KONI Pusat siap mendampingi dan memberikan arahan kepada panitia daerah, khususnya dalam mempersiapkan penyelenggaraan ajang olahraga multievent berskala nasional.
“Mohon tidak usah berkecil hati, kami siap mendampingi dan membimbing Bapak dan Ibu semuanya,” ujarnya.
Meski demikian, Suwarno menegaskan bahwa standar dan kelayakan venue tetap menjadi aspek utama dalam proses evaluasi. Setiap lokasi pertandingan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan agar pelaksanaan PON XXII/2028 dapat berjalan dengan baik.
Ia juga mengingatkan bahwa venue yang dinilai tidak layak berpotensi tidak digunakan dan dapat dialihkan ke lokasi lain yang memenuhi persyaratan.
“Kalau ternyata (venue) masih belum siap dan rencana ke depannya mau seperti apa kami tidak tahu, keputusannya dalam finalisasi kami katakan: ‘ini tidak layak.’ Begitu tidak layak, kami akan pindahkan,” tegas Suwarno.

Melalui rangkaian visitasi ini, KONI Pusat bersama Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta memastikan kesiapan venue, fasilitas pendukung, dan organisasi penyelenggara.
Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses persiapan PON XXII/2028 agar NTT mampu menjalankan tanggung jawab sebagai tuan rumah sekaligus mendukung terselenggaranya pesta olahraga nasional secara tertib, aman, dan sesuai standar yang ditetapkan.


