KONI Pusat Tegaskan Perlindungan Atlet adalah Prioritas

Wacana tentang pelecehan seksual di dunia olahraga kembali muncul. Kali ini terjadi pada atlet putri menembak berusia 14 tahun yang diduga menjadi korban sang pelatih dengan inisial JL berusia 40 tahun di Kota Surabaya.

Kondisi korban masih terpukul dan bahkan trauma melihat lapangan menurut ayahnya. Korban semula ingin keluar dari klub menembak yang berada kawasan Jalan Gajah Mada Surabaya namun dilarang JG dengan alasan ada seleksi Pra PON dan Porprov Jawa Timur. Akhirnya, korban melaporkan kepada orang tuanya tentang apa yang dialaminya.

Kini, laporan korban tengah diproses oleh kepolisian.

Atas kasus tersebut, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mengecam tindakan pelecehan dan kekerasan seksual dalam olahraga prestasi. Tujuan kita sebagai masyarakat olahraga prestasi itu mulia, yaitu mengantar atlet meraih prestasi, membuat bendera Merah Putih berkibar dengan diiringi berkumandangnya Lagu Indonesia Raya,” katanya.

“Kita Patriot Olahraga Indonesia, di kepala kita hanya ada Merah Putih dan prestasi,” tegasnya melanjutkan.

“KONI Pusat mendorong & mendukung Aparat Penegak Hukum bertindak tegas dalam kasus ini, dan mendukung penuh Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin) beserta pengurus provinsi dan pengurus kota, KONI Jawa Timur serta KONI Kota Surabaya untuk melakukan pendalaman serta evaluasi atas kasus ini,” sambung Marciano.

“Keselamatan dan perlindungan atlet menjadi prioritas dalam proses pembinaan olahraga prestasi. Tidak ada tempat bagi pelaku pelecehan dan kekerasan seksual di dunia olahraga,” tegas Marciano.

Ketum KONI Pusat mengajak seluruh pengurus organisasi olahraga, pelatih dan ofisial membangun lingkungan olahraga prestasi yang aman.

“Kepada korban, saya sampaikan apresiasi atas keberaniannya dalam mengungkapkan fakta yang terjadi, dan mohon maaf atas kondisi yang tidak diinginkan. Semoga korban segera pulih dan kembali bangkit dari situasi,” tutup Marciano berharap tidak adanya kasus pelecehan seksual yang terulang.

Sekum Pengurus Kota Perbakin Surabaya Dhani Artono menerangkan beberapa langkah yang diambil, mulai memberhentikan terduga pelaku hingga melakukan pertemuan dengan orang tua atlet pada Sabtu 13 Juni 2026. Permohonan maaf atas kejadian yang terjadi.

Hal tersebut disambut baik oleh Ketum KONI Pusat. “Saya mengapresiasi langkah Perbakin Surabaya. Terlebih, menembak ini adalah cabang olahraga yang strategis, kita butuh atlet-atlet menembak berprestasi di Olimpiade untuk mewujudkan cita-cita Indonesia pada peringkat 5 besar pada tahun 2044 dan mewujudkan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto,” jelas Marciano.

“Atlet-atlet merupakan aset bangsa, sehingga mereka harus dilindungi. Harkat dan martabat Indonesia dapat terangkat karena prestasi mereka,” lanjutnya.

author avatar
Tirto Prima Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *