Penerapan Protokol Kesehatan di Ajang ECL 2020 Seri 3

Di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, penerapan protokol kesehatan sangatlah penting. Tidak terkecuali dalam penyelenggaraan Equestrian Champion League (ECL 2020 seri tiga) ini.

Wakil Ketua Umum (Waketum) IV Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Media, dan Humas KONI 2019-2023, Chris John bersama dengan tim Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat hadir langsung menyaksikan pertandingan ECL guna meninjau bagaimana kesiapan dan kelangsungan di hari pertama ini.

Mantan juara dunia tinju tersebut menuturkan, panitia sudah menyiapkan dengan sangat baik acara ini dengan mengutamakan protokol kesehatan. “Protokol kesehatan yang paling penting dan kegiatan olahraga ini harus tetap berjalan karena ini penting untuk para atlit kita, untuk tetap bisa mengasah kemampuanya, sekaligus menjaga kesehatan juga di masa pandemi ini,” katanya.

Ia berharap, hal ini bisa menjadi contoh untuk cabang olahraga lainnya agar kembali mengadakan event-event olahraga, namun tetap mengutamakan keselamatan para pesertanya. Sejauh ini, protokol kesehatan yang dianjurkan dan terapkan pada ECL 2020 seri tiga ini adalah mencuci tangan, menjaga jarak, mengenakan masker, dan menjaga kesehatan peserta, dan panitia yang terlibat.

Tak lupa, penonton secara faktual di lapangan dilarang, mereka dapat menonton di KONI TV. Chris John menambahkan, tidak adanya penonton saat bertanding mungkin menjadi suatu yang janggal untuk para atlet.

Namun ia harapkan, para peserta maupun atlet ini bisa menyusaikan diri dengan keadaan yang terjadi seperti ini. “Jadi atlet juga harus beradaptasi dengan kondisi ini. Harusnya tidak ada masalah dengan penonton, itu bukan hal yang sulit. Biasanya orang kena tekanan dari penonton, sekarang kan tidak ada, jadi mereka mungkin bisa lebih rileks,” timpalnya.

Sementara itu, Lena Lindvig Mihardja, Chief of Dressage yang juga memiliki klub Gamma Stud & Clinic, yang ikut berkompetisi di ajang ECL 2020 seri tiga ini mengatakan bahwa penerapan protokol itu tidak terlalu mengganggu para rider.

Ia mengatakan, rider bisa menjaga jarak dengan menggunakan masker ketika berlatih. Lagi, lapangan yang digunakan untuk berlatih kuda cukup luas sehingga rider yang satu dan lainnya tidak saling berhadpaan dan berdekatan. “Jadi, saya rasa tidak terlalu mengganggu para rider,” kata Lena.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *