Tiba di Tanah Air, Tim Berkuda Memanah Indonesia Bawa 14 Medali IHAA Oceania 2026

Bendera Merah Putih kembali berkibar di panggung internasional kompetisi berkuda memanah. Atlet-atlet binaan Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN. Pordasi) Berkuda Memanah Indonesia atau Indonesian Horseback Archery Federation (IHAF) sukses membawa pulang 14 medali sekaligus predikat juara umum pada IHAA Oceania Championship 2026 di Australia.
Keberhasilan ini semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga berkuda memanah dunia, sekaligus melanjutkan tren positif setelah sebelumnya meraih juara umum pada IHAA Greater Asian Championship 2026 di Moskow, Rusia.
Setibanya di Tanah Air, rombongan atlet dan tim pelatih disambut hangat oleh jajaran pengurus FN. Pordasi Berkuda Memanah Indonesia dan juga pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bidang Media dan Humas.
Sebelumnya, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman menjadi salah satu yang pertama menyampaikan apresiasi atas capaian gemilang para atlet di kancah internasional.
”Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet Berkuda Memanah Indonesia atas capaian Juara Umum pada IHAA Oceania 2026 di Australia. Sukses memboyong 14 medali merupakan bukti nyata dari dedikasi, kerja keras, dan mental bertanding yang tangguh,” ungkap Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman.
”Apresiasi secara khusus juga saya sampaikan kepada FN. Pordasi Berkuda Memanah Indonesia di bawah kepemimpinan Ibu Triwatty Marciano, beserta seluruh jajaran pelatih dan pendukung yang terus konsisten melakukan pembinaan secara berkesinambungan. Semoga raihan ini semakin mengokohkan posisi Indonesia di peringkat dunia serta menjadi inspirasi bagi kemajuan olahraga nasional,” sambungnya.
Sementara itu, Ketum FN. Pordasi Berkuda Memanah Indonesia, Triwatty Marciano, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas perjuangan para atlet yang pantang menyerah selama berlaga di Australia.
”Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Gelar juara umum dan 14 medali yang dibawa pulang ini merupakan hasil dari kedisiplinan, fokus, serta doa seluruh masyarakat Indonesia. Para atlet mampu menjawab tantangan beradaptasi dengan kuda setempat dan berhasil mengibarkan Merah Putih tertinggi di Australia,” tutur Triwatty.
Triwatty menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi dorongan semangat baru bagi pengembangan dan pembinaan olahraga berkuda memanah di Tanah Air. FN. Pordasi Berkuda Memanah Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kompetisi dalam negeri guna menjaring dan membina talenta-talenta muda potensial agar siap mengharumkan nama bangsa di berbagai kejuaraan dunia mendatang.

Meski meraih prestasi gemilang Arsa Wening merasa performa yang ditampilkan belum maksimal. Walaupun begitu, ia tetap bersyukur dapat memberikan hasil terbaik untuk Indonesia setelah sebelumnya mengikuti pertandingan di Rusia.
“Menurut saya pribadi, performa kali ini belum sepenuhnya maksimal, karena sebelum berangkat ke Australia, saya juga sempat bertanding di Rusia. Namun, Alhamdulillah, kami tetap bisa memberikan hasil yang terbaik,” ujar Arsa Wening.
Sementara itu, Rayyan menyampaikan bahwa kejuaraan di Australia memberikan pengalaman berharga, terutama dalam menghadapi perbedaan kondisi dan proses adaptasi sebelum pertandingan.
“Untuk pengalaman bertanding di Australia, tentu ada banyak hal yang berbeda, termasuk tantangan dalam proses adaptasi sebelum pertandingan. Kami tiba tiga hari sebelum pertandingan untuk melakukan penyesuaian. Insya Allah, pengalaman ini bisa menjadi bekal untuk meningkatkan performa ke depannya,” kata Rayyan.
Di sisi lain, Daniel Azmi berharap keikutsertaannya dalam kejuaraan di Australia dapat menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan dan performanya. Ia juga berharap dapat memperluas relasi serta memperoleh pengalaman baru dengan bertemu para pemain dari berbagai negara.
“Saya berharap ke depannya bisa tampil lebih baik lagi, sekaligus mendapatkan pengalaman dan bertemu dengan banyak teman serta pemain baru, sehingga dapat belajar satu sama lain, dan berbagi pengalaman,” ujar Daniel.
Dari pandangan pelatih, pencapaian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas latihan dan mempersiapkan atlet menghadapi persaingan yang lebih ketat pada kejuaraan mendatang.
“Alhamdulillah, kami diberikan banyak kemudahan oleh Allah SWT, puji syukur kami dapat melalui kejuaraan ini dengan hasil yang baik, jika melihat hasil latihan, performa tim sebenarnya tidak jauh berbeda dari sebelumnya,” jelas pelatih nasional berkuda memanah Gustiana Ranu Hidayat.
“Namun, tentu ada tim lain yang tampil lebih baik, dan hal tersebut menjadi tantangan bagi kami ke depan. Ini menjadi pembelajaran dan evaluasi penting agar para atlet semakin memahami kekuatan para kompetitor yang akan mereka hadapi,” sambungnya.
“Latihan harus dilakukan dengan lebih maksimal agar performa atlet terus meningkat dan mampu meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan mendatang, kami berharap pencapaian ini dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada kompetisi berikutnya,” sambungnya.
Keberhasilan FN.Pordasi Berkuda Memanah Indonesia meraih predikat juara umum dengan membawa pulang 14 medali pada IHAA Oceania Championship 2026 di Australia diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh atlet dan jajaran pengurus FN. Pordasi Berkuda Memanah Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, evaluasi, serta dukungan dari berbagai pihak, Indonesia diharapkan mampu mempertahankan dan kembali mengukir prestasi di berbagai kejuaraan internasional mendatang, sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.


