Ketum KONI Pusat: Atlet Adalah Patriot Olahraga dan Pejuang Di Masa Damai

Bertempat di Kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta, Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano norman mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia untuk bersatu mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional, dalam wawancara ekslusif bersama dengan Delta FM, pada Selasa 20 Oktober 2026.

Diskusi berlangsung masih dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) KONI Ke-88. Wawancara tersebut membahas tentang berbagai hal diantaranya perkembangan olahraga nasional, program KONI dalam rangka peningkatan prestasi olahraga nasional mendatang, serta pentingnya sinergi demi kemajuan olahraga prestasi Indonesia.

Merangkul Indonesia Melalui Olahraga

Dalam kesempatan tersebut bahwa olahraga nasional harus dikelola melalui sinergi yang dibangun oleh seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia. KONI sebagai induk organisasi olahraga menjadi salah satu aspek penting dalam kemajuan olahraga nasional, khususnya dalam hal membangun koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak demi memajukan olahraga prestasi.

Keberadaan KONI yang tersebar di berbagai daerah dapat menjembatani komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan program pembinaan olahraga. Dengan jejaring sinergi yang luas, berbagai potensi dan tantangan olahraga dapat dikelola secara lebih terarah.

Melalui koordinasi yang berkesinambungan, KONI mendorong penguatan pembinaan atlet, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan potensi cabang olahraga di seluruh Indonesia. Sinergi yang dibangun antar pengurus KONI juga menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang terstruktur dan berkelanjutan.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan olahraga, KONI diharapkan mampu mengoptimalkan potensi atlet, agar mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Olahraga Alat Pemersatu Bangsa

Selama menjabat sebagai Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman tuntas menyelenggarakan dua kompetisi nasional terbesar diantaranya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua dan PON XXII/2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut).

Penyelenggaraan PON XX/2021 Papua menjadi pengalaman berharga bagi Marciano Norman, penyelenggaraan tersebut memperlihatkan bagaimana olahraga mampu menyatukan bangsa di tengah berbagai tantangan. Pasalnya penyelenggaraan PON tersebut digelar ditengah pandemi Covid-19 hingga situasi keamanan di Papua yang saat itu tidak stabil.

Pandemi Covid-19 menyebabkan pemusatan latihan daerah (Pelatda) dihentikan sehingga atlet harus menjalani latihan secara mandiri, namun berbagai tantangan tersebut tidak membuat surut semangat untuk menyelenggarakan PON Papua. Marciano yakin bahwa ajang olahraga nasiional tersebut harus tetap terlaksana.

“Saya berpegang pada satu prinsip, kalau Olimpiade Tokyo bisa berjalan, PON Papua harus berjalan,” tegas Marciano Norman.

Berbagai langkah dilakukan demi kelancaran penyelenggaraan, mulai dari penerapan protokol kesehatan, hingga keamanan yang didukung oleh pemerintah daerah, Badan Intelijen Negara (BIN), hingga TNI dan Polri. Di tengah keterbatasan yang ada, koordinasi menjadi salah satu langkah untuk memperkuat dan menjamin keselamatan seluruh peserta dan menyukseskan pesta olahraga nasional tersebut. Di sisi lain KONI juga berupaya meyakinkan berbagai daerah bahwa PON XX/2021 Papua dapat diselenggarakan dengan aman.

Kerja sama berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyelenggaraan. Berbagai koordinasi membuahkan hasil, penyelenggaraan PON XX/2021 Papua dapat berjalan lancar tanpa insiden maupun konflik.

Keberhasilan penyelenggaraan PON XX/2021 Papua tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, melainkan dari makna yang lebih besar bagi masyarakat Papua dan Indonesia. PON menjadi momentum untuk menunjukkan dan menjadi bukti bahwa Papua merupakan bagian dari Indonesia yang mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional.

“Keberhasilan PON XX/2021 Papua adalah harga diri masyarakat Papua,” ungkap Marciano Norman.

Berdasarkan hal tersebut, olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan perbedaan latar belakang suku, budaya, dan daerah. Melalui olahraga, seluruh masyarakat dipersatukan oleh semangat yang sama, yakni mengibarkan Merah Putih dan membawa nama Indonesia.

Bagi Marciano Norman, Olahraga bukan hanya tentang kompetisi dan prestasi, melainkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Bicara olahraga, kita bicara Merah Putih,” tegasnya.

Atlet Merupakan Patriot Olahraga, Pejuang di Masa Damai

Ketum KONI Pusat menegaskan bahwa atlet tidak hanya berjuang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi patriot olahraga, pejuang di masa damai, dan sekaligus duta bangsa yang membawa nama Indonesia di kancah internasional.

Oleh karenanya, pembinaan atlet harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga. Dukungan terhadap atlet perlu dilakukan secara menyeluruh agar mereka dapat mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan, dan meraih prestasi terbaik.

Marciano menekankan bahwa KONI memiliki tanggung jawab untuk mendukung kebutuhan atlet melalui sinergi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga nasional.

“KONI Pusat adalah pelayan atlet, mari kita bersatu untuk mendukung prestasi atlet,” ujarnya.

Kolaborasi antara KONI, cabang olahraga, pemerintah, pelatih, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga, dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang mendukung perkembangan atlet sejak usia dini hingga mencapai prestasi tertinggi. Oleh karena itu, pembinaan atlet harus terus diperkuat agar Indonesia mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat internasional.

“Lihat Indonesia, lihat prestasi atlet-atletnya,” tutur Marciano Norman.

Marciano berharap olahraga Indonesia terus berkembang dan mampu mencetak prestasi yang membanggakan. Atlet diharapkan tidak hanya menjadi simbol keberhasilan dalam kompetisi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berjuang, dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Program KONI Mendatang

Saat ini KONI tengah mempersiapakan berbagai kompetisi jelang penyelenggaraan PON XXII/2028 Nusa Tenggara Timur (NTT) – Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbagai kompetisi tersebut antara lain Gadjah Mada Youth Championship (GMYC) yang menjadi bagian dari Road To PON, PON Pantai, dan PON Beladiri. Rangakaian kompetisi tersebut memiliki peran penting bagi para atlet untuk mengukur kemampuan, serta melakukan evaluasi menuju PON XXII/2028 NTT-NTB.

PON Pantai dijadwalkan akan berlangsung pada November 2026 dengan mempertandingkan 10 cabang olahraga. Ajang tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan olahraga yang diagendakan pada tahun ini. Sementara itu, PON Beladiri mempertandingkan 19 cabang olahraga sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kompetisi bagi atlet.

Kompetisi yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan merupakan salah satu kunci penting dalam pembinaan prestasi olahraga. Melalui kompetisi, kemampuan atlet dapat terukur, dan atlet potensial dapat terjaring.

KONI mendorong terciptanya pembinaan dan kompetisi yang berjalan beriringan, dengan harapan semakin banyak atlet potensial dari seluruh Indonesia yang mampu mengukir prestasi di kancah internasional.

PON diharapkan dapat menjadi sarana dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

Peran Media Sebagai Bagian Dari Sport Intelligence

Ketum KONI Pusat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rekan media yang terus mendukung kemajuan olahraga melalui portal berita yang positif. Ia berharap media dapat mengambil peran lebih sebagai bagian dari Sport Intelligence, dengan tujuan mendukung kemajuan olahraga Indonesia.

“Media memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi, membangun pemahaman publik, serta mendorong peningkatan prestasi olahraga. Melalui pemberitaan, berbagai informasi terkait dengan pembinaan, perkembangan atlet, serta tantangan olahraga di daerah dapat disampaikan kepada masyarakat dan menjadi bahan masukan bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga. Hal ini dapat menjadi bagian dari penerapan Sport Intelligence,” ucap Marciano Norman.

Informasi yang disampaikan oleh rekan media, menjadi bahan referensi bagi KONI baik Pusat maupun daerah untuk terus melakukan evaluasi dan mengembangkan pembinaan olahraga. Dengan demikian, media dapat berkontribusi dalam memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi di lingkup olahraga.

Marciano berharap kolaborasi antara media dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga dapat terus diperkuat, guna membangun ekosistem olahraga yang lebih baik.

Melalui wawancara eksklusif kali ini, Marciano Norman mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk bersatu dan bekerja sama meningkatkan prestasi atlet Indonesia. Semangat kebersamaan diharapkan mampu mendorong lahirnya prestasi yang membanggakan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah dunia.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *