Apresiasi ISFEX, Ketum KONI Pusat Himbau Indonesia jadi Tuan Rumah bagi Industri Olahraga Lokal 

Prestasi olahraga Indonesia dapat maju jika didukung sarana dan prasarana serta perlengkapan yang berkualitas, mulai untuk latihan hingga bertanding.

Bicara pertandingan olahraga, atlet secara khususnya, memerlukan sarana dan prasarana yang memiliki standar nasional, dan bahkan merujuk federasi internasional.

Demi mendorong hal tersebut terwujud, kompetisi besar menjadi momentum untuk membangun dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang ada. Semisal Pekan Olahraga Nasional (PON) mendorong tuan rumah mempersiapkan venue yang mengikuti standar yang berlaku. 

Seluruh venue dibangun dengan berkoordinasi dengan Technical Delegate (TD) masing-masing cabang olahraga, sehingga diharapkan memiliki kualitas terbaik merujuk federasi internasional.

Melalui sarana dan prasarana ini, rekor atlet-atlet kebanggaan kita dapat diakui dunia.

Selain PON yang setiap 4 tahun, KONI Pusat menyelenggarakan terobosan, yakni Pekan Olahraga Bela Diri Nasional (IMAG), Pekan Olahraga Pantai Nasional, Pekan Olahraga Indoor, dan PON Remaja yang diselenggarakan setiap dua tahun di kabupaten/kota.

Harapannya, seiring bertambahnya kompetisi sebagai program menguji hasil pembinaan dan menyaring atlet terbaik, berbagai kompetisi dapat mendorong lahirnya sarana prasarana olahraga berkualitas.

Potensi besar pasar industri olahraga tersebut diharapkan dapat memberikan dampak untuk industri lokal, baik untuk PON yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali di provinsi, maupun pada IMAG, Pekan Olahraga Pantai Nasional, Pekan Olahraga Indoor, dan PON Remaja yang diselenggarakan setiap 2 tahun di kabupaten/kota. 

“event-event olahraga ini menjadi tempat atlet-atlet kita menggunakan produk dalam negeri,” tegas Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengajak seluruh pelaku industri olahraga berkolaborasi.

“Indonesia yang pasarnya begitu besar harus kita kuasai, kita harus jadi tuan rumah untuk kita sendiri (industri olahraga lokal),” tegas Marciano pada pembukaan Indonesia Sport Facility Expo (ISFEX) di BSD tanggal 12 Juni 2024. 

“Untuk memajukan Sport Facility produk Indonesia, kebersamaan dan dukungan kita sangat penting. 

“Tanpa dukungan itu, industri olahraga Indonesia tidak akan bisa bangkit,” sambungnya.

Menpora Dito Ariotedjo yang diwakili Staf Ahli bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora Dr.Drs. Yohan, M.Si menyampaikan dukungan pemerintah terhadap ISFEX. “Dengan terselenggaranya rencana ini, sudah turut menjaga prestasi Indonesia,” sebut sambutan Menpora. 

“Industri olahraga adalah kegiatan ekonomi di bidang olahraga yang dapat berdampak pada perekonomian,” sambungnya.

ISFEX diharapkan membuka peluang pelaku industri olahraga dan diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta peluang baru. Dengan begitu, akan membantu berkontribusi bagi implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *