Dari Pemuteran Bali, Indonesia Ukir Prestasi Dunia 2026 CMAS World Championship Underwater Photo and Video
Kontingen Indonesia berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang 2026 Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS) World Championship Underwater Photo and Video, pada 11 Oktober 2026, di Taman Sari Bali Resort & Spa, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.
Prestasi tersebut berhasil diraih oleh Royke M. Legi bersama kapten tim, Novrizal Herdananto, pada nomor Wide Angle Without Model atau fotografi sudut lebar tanpa model, dengan raihan satu medali emas.
Di tengah persaingan atlet dari 19 negara, Merah Putih berhasil berkibar di panggung dunia. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, tetapi juga mampu mencetak prestasi melalui atlet-atlet terbaiknya.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kontingen Indonesia yang mampu mempersembahkan medali emas pada kejuaraan dunia tersebut.
“Raihan medali emas ini merupakan kebanggaan bagi olahraga selam Indonesia sekaligus bukti bahwa atlet kita memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat dunia. Saya memberikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Indonesia mampu meraih prestasi di ajang internasional,” ujar Marciano.
Lebih lanjut, Marciano menegaskan bahwa prestasi tersebut perlu menjadi bagian dari pembinaan olahraga nasional yang terencana, berjenjang, dan berkelanjutan.
“Kejuaraan internasional seperti ini tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga harus menjadi bagian dari proses pembinaan atlet. Melalui kompetisi, atlet memperoleh pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, serta meningkatkan kualitas untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. KONI Pusat berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB.POSSI) untuk terus memperkuat pembinaan, sehingga semakin banyak atlet selam Indonesia mampu meraih prestasi di tingkat dunia,” sambungnya.
Menurutnya, keberhasilan meraih medali emas perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi dan program pembinaan yang berkesinambungan, termasuk peningkatan kualitas atlet dan pelatih, penguatan kompetisi nasional, serta pemberian kesempatan lebih luas bagi atlet untuk mengikuti kejuaraan internasional. Dengan demikian, prestasi yang diraih tidak berhenti sebagai pencapaian sesaat, melainkan menjadi langkah bagi lahirnya prestasi-prestasi berikutnya.
Selain berdampak pada prestasi olahraga, penyelenggaraan kejuaraan 2026 CMAS World Championship Underwater Photo and Video dunia di Bali juga menjadi momentum untuk mengembangkan Sport Tourism dan Sport Industry. Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan dapat mendorong potensi wisata bahari Indonesia, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional.

Sekretaris Jenderal PB. POSSI, Nur Kholis, S.H., M.A., turut menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan dunia tersebut. Ia berharap keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah, serta raihan prestasi atlet nasional, semakin memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia untuk kembali menyelenggarakan kejuaraan olahraga berkelas dunia.
Bagi Indonesia, keberhasilan Royke M. Legi dan Novrizal Herdananto bukan hanya menambah catatan prestasi olahraga selam nasional, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keindahan bawah laut Indonesia kepada dunia melalui karya fotografi dan videografi bawah laut.

Royke M. Legi mengungkapkan kebanggaannya setelah berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil yang telah lama dinantikan. Bersama Novrizal Herdananto, ia juga menyampaikan apresiasi kepada PB.POSSI atas dukungan yang diberikan selama mengikuti kejuaraan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi atlet Selam Indonesia lainnya untuk terus meningkatkan pengalaman bertanding, melatih mental dalam bersaing di ajang internasional, serta meraih prestasi di tingkat internasional. Di sisi lain, capaian tersebut menjadi bukti pentingnya kesinambungan pembinaan agar potensi atlet nasional dapat berkembang secara optimal.


