KONI Pusat Apresiasi Kontribusi Bambang Haryo Soekartono dalam Pembinaan Olahraga Prestasi

Sebagai salah satu cabang olahraga bela diri, Jujitsu dinilai perlu terus menggencarkan penyelenggaraan kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Kualitas atlet dipastikan akan meningkat seiring bertambahnya kuantitas dan kualitas kompetisi, yang didukung tata kelola organisasi serta ketersediaan pelatih yang mumpuni.
Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, saat menerima audiensi Ketua Dewan Pembina Pengurus Provinsi (Pengprov) Jujitsu Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, di Jakarta.
“Kewajiban Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) harus dijalankan, yakni menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Kejuaraan di tingkat provinsi juga harus rutin dilaksanakan, seperti Kejuaraan Daerah (Kejurda), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dan ajang sejenisnya,” tegas Marciano.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, memberikan evaluasi terkait pelaksanaan pertandingan Jujitsu pada PON Bela Diri 2025 di Kudus. Salah satu poin penting yang disoroti adalah ketersediaan serta pemerataan sebaran pelatih Jujitsu di daerah.
Di sisi lain, KONI Pusat turut memberikan apresiasi atas terobosan PBJI yang berkolaborasi dengan instansi Kejaksaan dalam menggelar Kejurnas Jujitsu Kajati Jawa Timur Cup 2025 di Pacitan, Jawa Timur, pada 14 Februari 2025 lalu. Kolaborasi untuk menyelenggarakan kompetisi serupa harus terus dilakukan untuk melahirkan atlet terbaik.

Harapan Tampil di PON XXII/2028
Kehadiran Bambang Haryo Soekartono dalam audiensi tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menanyakan peluang Jujitsu untuk dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bambang Haryo, yang di Jawa Timur juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat)—dua cabor yang sudah dipastikan tanding di PON 2028—mengoperasikan harapannya agar Jujitsu dapat turut serta.
Menanggapi hal tersebut, Ketum KONI Pusat menyampaikan bahwa aspirasi tersebut diterima dan akan dipelajari sesuai mekanisme yang berlaku.
“Bicara mengenai Pekan Olahraga Nasional, prosesnya sangat panjang. Kami menerima dan mempelajari permintaan tersebut,” jelas Marciano.
Selain itu, Ketum KONI Pusat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan komitmen Bambang Haryo Soekartono terhadap pengembangan olahraga prestasi di Tanah Air.
“Dukungan tokoh-tokoh seperti Bapak Bambang Haryo Soekartono kepada cabang olahraga sangat diperlukan, karena jangkauan yang beliau miliki begitu luas untuk memenuhi kebutuhan pembinaan atlet,” puji Marciano terhadap pria yang juga bertugas sebagai Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Gerindra tersebut.


