Diikuti 6 Negara, Kejuaraan Panahan Satria Legawa Pro Championship 2026 Resmi Dimulai

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman yang pada kehadirannya diwakili Waketum I Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyelenggaraan Kejuaraan Panahan Satria Legawa Pro Championship 2026.

Pasalnya, sebagai cabang olahraga Olimpiade yang potensial bagi Indonesia, kejuaraan Panahan perlu digencarkan.

“Panahan ini merupakan cabang olahraga Olimpiade Indonesia beberapa Olimpiade ikut terus cabang olahraga panahan tapi yang menyumbang medali bukan dari panahan,” kata Waketum I KONI Pusat pada pembukaan yang diselenggarakan pada 21 Agustus 2026 di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta Timur.

“Dengan ikut terus panahan di Olimpiade, kita yakin suatu saat akan dapat medali Olimpiade. Siapa yang dapat? Yang saat ini bertanding,” lanjutnya.

“Pembinaan atlet harus berkesinambungan dan berkecukupan,” tegas Suwarno yang mengapresiasi kejuaraan Panahan yang diselenggarakan Satria Legawa atau Alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) angkatan 2002.

“Olahraga Panahan harus dilatih terus,” lanjut Suwarno.

Satria Legawa Pro Championship 2026 diikuti sekitar 883 atlet dari 158 klub di dalam negeri dan sekitar 80 atlet dari 6 negara yakni Malaysia, Kanada, Hong Kong, Prancis, Thailand, Singapura.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

“Kejuaraan ini telah berkembang dengan cakupan yang lebih luas,” puji Kasau yang sambutannya dibacakan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Udara (Aster Kasau) Marsda TNI Dr. Palito Sitorus.

“Apresiasi alumni aau angkatan 2002 Satria Legawa,” tegas Kasau.

“Panahan Indonesia memiliki potensi yang kuat dan perlu dikembangkan melalui kompetisi yang konsisten. Berharap kejuaraan Satria Legawa Championship semakin berkembang dan melahirkan atlet-atlet Panahan berprestasi di tingkat internasional,” pesan Kasau.

“Ini merupakan suatu tahapan bagaimana memulai kegiatan dalam pertandingan-pertandingan yang harus dipersiapkan sejak dini, kita harapkan supaya atlet kita ini mempunyai semangat mempunyai prestasi yang bisa kita andalkan nanti di dunia panahan,” jelas Palito.

Seremoni pembukaan dilanjutkan dengan melepaskan panah ke balon yang disediakan. Hadir juga salah satu Srikandi Panahan Indonesia peraih medali Perak Olimpiade Seoul 1988 yakni Nurfitriyana Saiman.

author avatar
Keiko Renata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *