KONI Lantik PB ORADO: Dorong Domino dari Tradisi Jadi Olahraga Prestasi

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menegaskan olahraga Domino akan dipertandingkan pada ekshibisi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB.
“Cabang olahraga yang menjadi anggota KONI Pusat, sebelum dipertandingkan pada PON, mereka harus menggelar ekshibisi pada PON XXII/2028 NTT-NTB,” kata Ketum KONI Pusat.
“Dengan ekshibisi itu, tim evaluasi dari KONI Pusat melihat apakah layak dipertandingkan pada PON,” lanjutnya.

Hal tersebut disampaikan Ketum KONI Pusat usai mengukuhkan dan melantik Ketum Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) masa bakti 2025-2029 Yooky Tjahrial dan jajarannya pada 20 Agustus 2026 di Kantor KONI Pusat, Senayan.
PB ORADO telah resmi menjadi anggota KONI Pusat atas persetujuan seluruh peserta Rakernas KONI 2026. Kepercayaan tersebut harus dibayar dengan prestasi.
“Dengan segala kemampuan yang dimiliki, saya berharap ORADO menyelenggarakan kejuaraan internasional di Indonesia,” pesan Ketum KONI Pusat. Diharapkan PB ORADO dapat memberikan efek domino ke negara tetangga sehingga dapat dipertandingkan pada multievent internasional, mulai SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.

Marciano juga pesan kepada para pengurus yang baru dilantik dan juga anggota PB ORADO. Pertama agar taat pada regulasi, mulai AD/ART hingga peraturan lainnya yang berlaku. Kedua agar pengurus berkorban demi olahraga Domino di Indonesia.
“Olahraga Domino akan besar kalau pengurusnya mencintai olahraga ini, saudara-saudara harus punya waktu untuk bekerja dan memantau perkembangan olahraga ini di Indonesia,” pesan Marciano.
PB. ORADO sampaikan atensi untuk melakukan sosialisasi, terutama Domino sebagai olahraga prestasi. “Kita semua semangat untuk lebih sosialisasi domino dan membentuk atlet,” kata Yooky.
Dijelaskan juga PB. ORADO saat ini sudah memiliki anggota 38 provinsi, yang beranggotakan lebih dari 300 kabupaten/kota.
“Kita akan besarkan ORADO di seluruh Indonesia,” tegas Yooky.
“Olahraga Domino ini warisan dari zamam dulu, jadi jangan ditinggalkan pemain jaman dulu, kita rangkul, kita berikan pengarahan,” jelasnya.
Di samping itu, PB ORADO bertekad memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. “Olahraga Domino ini akan menjadi Sport Industry, yang melekat pada nilai-nilai komersial, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga,” lanjutnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Pusat, Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, MEMOS., menyampaikan bahwa ekshibisi ORADO pada PON XXII/2028 NTT-NTB akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan peluang olahraga domino dipertandingkan sebagai cabang olahraga pada PON berikutnya.
“Setelah PON XXII/2028 NTT-NTB, tentunya kami akan melakukan evaluasi terhadap PB. ORADO. Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, ORADO dapat dipertandingkan pada PON 2032,” ujar Sekjen KONI Pusat.
“Kehadiran ORADO juga sejalan dengan arahan pemerintah dalam memajukan Sport Industry. Oleh karena itu, kami bersyukur ORADO sebagai anggota KONI dapat turut berkontribusi dalam mengembangkan industri olahraga di Indonesia,” sambungnya.
Menanggapi arahan dari Ketum dan Sekjen KONI Pusat, Ketum PB. ORADO Yooky Tjahrial menjelaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi di berbagai daerah menjadi langkah sekaligus menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pembinaan prestasi olahraga Domino di Indonesia.
“Kami tentunya sangat bersemangat untuk mengembangkan cabang olahraga Domino di Indonesia, yang terdekat setelah ini adalah kita akan menggelar kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI di 101 kota pada 27 September, yang rencananya juga akan memecahkan Rekor MURI untuk jumlah peserta dan kota terbanyak,” ungkap Yooky.

Yooky juga menegaskan bahwa Domino tidak hanya dikembangkan sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari Sport Industry.
“Domino akan kami kembangkan sebagai salah satu cabang olahraga yang berkaitan dengan Sport Industry, mencakup aspek komersial dan hiburan, dengan tetap mengutamakan kepentingan atlet,” sambungnya.
Lebih lanjut, Yooky menyampaikan bahwa ORADO menargetkan olahraga Domino dapat berkompetisi di tingkat internasional. Upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap, salah satunya melalui pengembangan Liga Domino dan klub-klub di berbagai daerah.
“Target kita ke depan adalah bertanding di tingkat internasional. Hal tersebut perlahan akan kita jajaki melalui kompetisi seperti Liga Domino, agar klub dapat lebih fokus membina para atlet, mengingat atlet-atlet terbaik biasanya lahir dari daerah,” pungkasnya.


