KONI Pusat Minta PB. PTMSI Perkuat Pembinaan Usia Dini demi Prestasi Dunia

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mendorong Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB. PTMSI) masa bakti 2026–2030 memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan demi melahirkan atlet tenis meja Indonesia berprestasi di tingkat dunia.

Hal tersebut disampaikan Ketum KONI Pusat usai mengukuhkan dan melantik Ketum PB. PTMSI masa bakti 2026–2030 Peter Layardi Lay dan jajarannya, di Kantor KONI Pusat Senayan, pada 16 September 2026.

Tenis meja merupakan cabang olahraga yang telah dikenal serta banyak dimainkan oleh masyarakat Indonesia. Potensi perkembangannya juga baik mengingat dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pembinaan Tenis Meja secara terarah guna melahirkan atlet Olimpiade.

Marciano menekankan bahwa pembinaan atlet usia dini merupakan salah satu kunci penting dalam perkembangan tenis meja Indonesia. Karena itu, pembinaan tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi saat ini, tetapi juga harus membangun kesinambungan regenerasi atlet untuk menghadapi kompetisi pada masa mendatang.

“Dengan evaluasi program pembinaan yang konsisten, saya berharap PB. PTMSI dapat melahirkan atlet tenis meja yang mampu meraih prestasi di tingkat dunia,” ujar Marciano.

Tata kelola organisasi, menurutnya, menjadi bagian penting agar program kerja dapat berjalan maksimal. Selain itu, sosialisasi dan kompetisi yang berjenjang perlu terus dilakukan untuk menjaring serta mengembangkan bibit-bibit atlet tenis meja.

Sementara itu, Ketua Umum PB. PTMSI Peter Layardi Lay menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan Tenis Meja nasional.

“Pelantikan ini menjadi awal sekaligus amanah bagi kami untuk memajukan tenis meja Indonesia. Sebagai satu-satunya organisasi tenis meja yang diakui KONI Pusat, PTMSI akan menjalankan amanat AD/ART dengan sebaik-baiknya, mengedepankan kepentingan organisasi, serta menjaga persatuan untuk melahirkan atlet-atlet terbaik yang mampu membanggakan Indonesia,” ungkap Peter Layardi Lay.

KONI Pusat juga mendorong PB. PTMSI memanfaatkan berbagai terobosan dalam pengembangan olahraga nasional, antara lain PON Indoor 2026, PON Remaja 2027, dan PON XXII/2028 NTT–NTB sebagai bagian dari ruang pembinaan dan kompetisi atlet. Pada PON XXII/2028, pertandingan tenis meja direncanakan di Gedung Hapu Mbay Hall, Sumba Timur.

Di sisi lain, tenis meja juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sport industry, sportainment, dan sport tourism.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *