Olahraga Pemersatu Bangsa, Indonesia dan Timor-Leste Rajut Nilai Persahabatan 

Bandara Ngurah Rai Bali pada 14 September 2026 menjadi saksi atas kesedihan perpisahan antara pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dengan Delegasi Timor Leste dari Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL). Program Sport Diplomacy antara dua negara, yakni nternational Student Inbound Mobility Program (ISIMP) telah resmi ditutup oleh Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman kemarin.

Perpisahan yang hangat tersebut juga disertai penyerahan peralatan Petanque oleh KONI Pusat. Harapannya, peralatan tersebut tak hanya menjadi kenangan namun juga mengembangkan olahraga Petanque di Timor Leste. KONI Pusat berharap kelak dipertemukan kembali dengan Timor Leste pada pertandingan Petanque internasional.

Perwakilan Timor-Leste menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat yang diterima selama berada di Indonesia. Mereka menilai bahwa Indonesia menerima  dengan sangat baik, bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai saudara.

“Terima kasih atas semua perhatian dan kebaikan yang kami terima selama berada di Indonesia. Sejak kami tiba hingga saat kami kembali ke Dili, kami merasa sangat diperhatikan dan diterima dengan baik seperti saudara sendiri,” ungkap perwakilan Timor-Leste.

Kehangatan yang terbangun selama berada di Indonesia membuat kepulangan menjadi momen tidak sekadar mengakhiri sebuah kunjungan, tetapi juga meninggalkan kesan dan kenangan mendalam.

Dalam hal ini olahraga kembali menunjukkan kekuatannya sebagai alat pemersatu bangsa yang menjembatani dan mempererat hubungan antarbangsa. Di balik persaingan di arena, tumbuh rasa saling menghormati, persahabatan, serta semangat untuk terus menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Timor-Leste.

Diharapkan kerja sama dan hubungan yang telah dibangun dapat terus terjalin di masa mendatang melalui program strategis lainnya.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *