Marciano Norman Tegaskan Pengurus KONI Harus Jadi Pelayan Atlet

Kepada pimpinan dan pengurus organisasi cabang olahraga, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan pesan. Hal tersebut disampaikan ketika menerima audiensi Ketum KONI Kalimantan Timur terpilih masa 2026-2030 Anderiy Syachrum. Ketum KONI Pusat menerima pada 23 Juni 2026.

Ketum KONI Pusat sampaikan tidak semua orang mendapatkan kesempatan menjadi pengurus organisasi olahraga. Peran olahraga sangat strategis di Indonesia, selain masuk Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo juga terkait dengan pembangunan karakter bangsa.

“Kita tempatkan diri sebagai pelayan atlet dan anggota,” katanya. “Baik dan buruknya KONI Kalimantan Timur, bergantung dari Ketuanya tetapi keberhasilan program kerja bergantung juga pada pengurusnya,” lanjutnya.

“Maka kala Ketua sudah memutuskan, itu keinginan semuanya. Tapi dalam proses Ketua memberikan pandangan itu dapat diberikan masukan,” sambung Marciano.

Kalimantan Timur selalu menempati peringkat 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON), dalam 4 PON terakhir. Pada PON tahun 2012 dan 2016, Kaltim berada di peringkat 5 selanjutnya pada PON XX/2021 Papua peringkat ke-7 dan terakhir pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut peringkat ke-8.

“Kaltim merupakan salah satu pusat dari atlet Indonesia,” ujar Marciano. “Saya harapkan prestasi atlet-atletnya di masa yang akan mendatang, jauh lebih bagus,” tambah Marciano.

Kunci KONI melahirkan atlet, selain soliditas pengurus adalah tata kelola organisasi. “Membina olahraga itu, yang pertama tata kelola orginisasi diawali hubungan di internal KONI Provinsi, hubungan dengan anggota (Pengurus provinsi cabang olahraga dan KONI Kabupaten/Kota) dan hubungan dengan pemerintah provinsi,” jelas Marciano.

author avatar
Tirto Prima Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *