Resmi Dikukuhkan dan Dilantik, Pengprov Pordasi Berkuda Memanah NTB Ditargetkan Sumbang Medali Pada PON XXII/2028

Ketua Umum Federasi Nasional (FN) Pordasi Berkuda Memanah, Triwatty Marciano, secara resmi melantik dan mengukuhkan Samsudin Magenda sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Berkuda Memanah (PBM) Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu 20 Juni 2026, di Gedung Sangkareang, NTB.

Turut hadir dalam Pelantikan kali ini, Forkopimda Provinsi NTB, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTB, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi NTB.

Pelantikan Pengprov PBM NTB menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem olahraga Berkuda Memanah yang profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing di Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Ketua Umum FN PBM Triwatty Marciano, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan langkah strategis dalam mempersiapkan prestasi olahraga Berkuda Memanah di masa depan.

“Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni pengukuhan kepengurusan, tetapi juga merupakan wujud komitmen Pengprov PBM NTB untuk memberikan kontribusi medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara Timur (NTT) – Nusa Tenggara Barat (NTB),” ujar Triwatty Marciano.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB dan KONI Provinsi NTB dalam pengembangan olahraga Berkuda Memanah.

“Selaku Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB dan KONI Provinsi NTB atas dukungan yang telah diberikan dalam pengembangan olahraga Berkuda Memanah. Sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan cabang olahraga ini di NTB,” katanya.

Menurut Triwatty, kepengurusan yang solid dan profesional merupakan fondasi utama dalam menciptakan prestasi atlet yang berkelanjutan sekaligus mendukung pengembangan sarana dan prasarana olahraga yang memadai.

Ia juga menyoroti perkembangan olahraga Berkuda Memanah yang relatif masih muda di Indonesia, namun menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat.

“Meskipun olahraga berkuda memanah baru berdiri sekitar lima tahun, pertumbuhannya sangat pesat dan komunitasnya terus membesar. Bahkan, cabang olahraga ini telah melahirkan atlet-atlet usia dini yang mampu menorehkan prestasi di tingkat internasional. Saya berharap Pengprov PBM NTB dapat terus mengembangkan olahraga berkuda memanah hingga menjangkau seluruh wilayah di NTB,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut pasca pelantikan, Pengprov PBM NTB diharapkan segera menjalankan sejumlah agenda strategis, antara lain melakukan pemetaan atlet potensial dan inventarisasi kuda-kuda terbaik di seluruh NTB, mempersiapkan program pelatihan khusus bagi kuda yang diproyeksikan untuk kebutuhan Berkuda Memanah, serta mengirimkan perwakilan terbaik pada pelatihan Judge yang akan dilaksanakan pada 29 hingga 30 Juni 2026 sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sistem pertandingan berstandar internasional.

Selain itu, Pengprov PBM NTB juga didorong untuk menyusun strategi menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Berkuda Memanah pada September 2026 melalui pendalaman regulasi dan disiplin lomba, penempatan atlet sesuai karakteristik nomor pertandingan, serta penguatan disiplin Horseback Archery (HBA). Program percepatan (fast track) untuk menjaring atlet berkuda pada nomor Track Lurus dan Track Circle-Circular juga menjadi salah satu prioritas, termasuk penyusunan program pembinaan jangka panjang menuju PON Berkuda 2027 dan PON XXII/2028 NTT–NTB.

Mewakili Gubernur NTB, Kadispora Provinsi NTB, Syamsul Hadi, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan olahraga berkuda memanah di daerah.

“Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan Berkuda Memanah di NTB. Amanah ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar Pordasi Berkuda Memanah semakin berkembang, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional,” ujarnya.

Menurut Syamsul, kesabaran, kerja sama, dan semangat kolaborasi menjadi faktor penting dalam membangun organisasi olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus berkarakter.

“Kesabaran dan kerja sama sangat dibutuhkan dalam membangun Pordasi Berkuda Memanah. Tujuan kita bukan hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki sikap, integritas, dan karakter yang baik. Olahraga harus menjadi instrumen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” katanya.

Syamsul juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan memberikan dukungan fasilitas yang diharapkan menjadi pusat pelatihan atlet Berkuda Memanah.

Sebagai tuan rumah NTB berambisi melahirkan atlet yang akan meraih medali emas pada PON XXII/2028 NTT-NTB. Hal tersebut menjadi target bagi Pengprov PBM NTB.

Ketua Umum KONI Provinsi NTB H. Mori Hanafi, menegaskan kesiapan daerah dalam menyukseskan penyelenggaraan PON XXII/2028 NTT–NTB. Menurutnya, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian NTB sebagai tuan rumah, yakni kesiapan infrastruktur, penyelenggaraan event, dan peningkatan prestasi atlet.

“Sebagai tuan rumah PON XXII/2028 NTT–NTB, kami memiliki tiga fokus utama. Pertama adalah kesiapan venue. Saat ini sekitar 80 persen venue sudah siap sehingga tidak memerlukan pembangunan yang terlalu besar. Dari sisi akomodasi, NTB telah memiliki lebih dari 12.000 kamar hotel dan jumlahnya terus bertambah untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan,” ujar Mori.

“Kedua adalah aspek penyelenggaraan. NTB sudah berpengalaman menjadi tuan rumah berbagai event internasional, mulai dari MotoGP hingga kejuaraan dunia berbagai cabang olahraga. Karena itu, kami optimistis mampu menghadirkan penyelenggaraan yang berkualitas dengan dukungan keamanan, akomodasi, dan transportasi yang memadai,” lanjutnya.

“Ketiga, yang menjadi perhatian utama kami adalah prestasi atlet. Sebagai tuan rumah, kami ingin atlet-atlet NTB mampu tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik,” tutup Mori Hanafi.

Pelantikan Pengprov PBM NTB diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai program unggulan yang mampu meningkatkan prestasi atlet, memperluas partisipasi masyarakat, serta memperkuat posisi olahraga Berkuda Memanah sebagai cabang olahraga prestasi yang menjunjung tinggi nilai edukasi, disiplin, karakter, dan kepemimpinan.

Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, Pengprov PBM NTB diharapkan dapat menjadikan organisasi ini sebagai rumah besar bagi seluruh insan berkuda memanah serta melahirkan prestasi-prestasi membanggakan bagi NTB dan Indonesia di masa mendatang.

Sebagai informasi, FN Pordasi akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Berkuda Memanah yang juga menjadi bagian dari proses persiapan menuju Babak Kualifikasi PON XXII/2028 NTT–NTB. Selain itu, pada tahun 2027 akan diselenggarakan PON Berkuda pertama yang mempertandingkan empat cabang olahraga Berkuda, yakni Equestrian, Polo, Pacu, dan Berkuda Memanah.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *