Resmi Dilantik, PB FAJI Siap Dorong Sport Tourism dan Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, secara resmi mengukuhkan dan melantik Ketum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB.FAJI) masa bakti 2026-2030 Mayjen TNI Mar Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr. Opsla dan jajarannya di Cilandak Marinir Driving Range pada tanggal 16 Mei 2026.
Apresiasi dan terima kasih disampaikan atas suksesnya arung jeram dipertandingkan pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.
“Tercatat dalam sejarah sebagai perkembangan arung jeram di Indonesia,” kata Ketum KONI Pusat. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai buah kerja keras FAJI dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga klub.

Prestasi internasional juga telah diraih PB.FAJI. “Selamat atas prestasi atlet-atlet arung jeram di Indonesia, beberapa waktu lalu arung jeram Indonesia meraih medali emas pada IRF World Rafting Championship 2025,” sebut Marciano. Kala itu Indonesia meraih meraih sebuah medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada kejuaraan yang digelar di Malaysia.

Ketum KONI Pusat juga mendorong arung jeram menjadi cabang olahraga yang dicintai karena bisa dilakukan sambil berwisata.
“Melihat alam Indonesia, dimana bumi sangat indah dan alamnya menantang, saya berharap Pak Oni dan jajarannya mengoptimalkan ini semua untuk mendukung Sport Tourism,” jelas Marciano.
Di samping itu, Ketum KONI Pusat mengapresiasi semangat PB.FAJI yakni Satu Arus, Empat Pilar, Satu Tujuan. Fokus diantaranya pada prestasi, pariwisata, konservasi sungai dan kebencanaan.

Kementerian Pariwisata juga mengapresiasi semangat PB.FAJI. “Kami dari kementerian pariwisata tentunya sangat tertarik dengan konsep empat pilar yang diusung oleh PB.FAJI, tentunya kami dari Kemenpar akan selalu mendukung kemajuan cabang olahraga arung jeram Indonesia,” sebut Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Ir. Martini Mohamad Paham.

FAJI juga berperan aktif berkolaborasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pelatihan Swift Water Rescue, termasuk pembentukan Satuan Tugas Banjir dan Kebencanaan FAJI (FASTRAC).
Dalam hal Sport Tourism PB.FAJI juga berkontribusi dalam penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta pembuatan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha, Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan, dan Sanksi Administratif pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata.
“Konsep yang kita bangun menjadi langkah awal dalam mewujudkan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, kita juga akan mewujudkan database yang akurat, database itu nantinya kita gunakan untuk titik Sport Tourism kami dan kebutuhan lainnya, selain itu kita menerapkan kecintaan lingkungan dengan pilar konservasi sungai,” jelas Ketum PB.FAJI.



