Persiapkan Kerjurnas 2026, FN. Pordasi Equestrian Gelar Tehcnical Meeting

Menjelang pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Open Tournament Equestrian 2026, Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN. Pordasi) Equestrian menggelar technical meeting sebagai bagian dari persiapan, pada Kamis 22 Oktober 2026, di Yonkavkud 1/Sembrani Parongpong Bandung, Jawa Barat.

Kejurnas Equestrian menjadi salah satu momentum penting dalam pembinaan olahraga Berkuda nasional. Selain sebagai ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet, sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan prestasi olahraga Berkuda Indonesia. Terlebih Kejurnas dan Open Tournament Equestrian 2026 merupakan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara Timur (NTT) – Nusa Tenggara Barat (NTB).

Technical Meeting menjadi sarana untuk mengselaraskan regulasi, ketentuan teknis, mekanisme pertandingan, serta langkah untuk memastikan Kejurnas berjalan dengan lancar. Partisipasi dari berbagai Provinsi menunjukkan antusiasme masyarakat olahraga terhadap cabang olahraga Berkuda Equestrian.

Ketum FN. Pordasi Equestrian Dewi Larasati menegaskan bahwa Kejurnas  dan Open Tournament Equestrian 2026, akan berfokus pada pembinaan atlet menuju PON XXII/2028 NTT-NTB.

“Fokus utama kali di Kejurnas dan Open Tournament Equestrian 2026 ini adalah pembinaan atlet untuk persiapan PON XXII/2028 NTT-NTB. Untuk cabang olahraga Equestrian sendiri venue nya direncanakan di DKI Jakarta,” ungkap Dewi Larasati.

“Kejurnas di Yonkavkud 1/Sembrani ini adalah Babak Kualifikasi pertama, dan Alhamdulillah antusiasme nya sangat positif, tercatat 8 provinsi, dengan 34 atlet dan 24 ekor Kuda yang akan bertanding, ini menunjukkan pembinaan di daerah berjalan dengan baik. Adapun poin kualifikasi mulai diperhitungkan di babak pertama ini,” lanjutnya.

“Harapan saya dari Babak Kualifikasi ini kita bisa melihat bibit-bibit unggul terutama U18, yang akan kita bina secara intensif untuk bisa berprestasi pada PON XXII/2028 NTT-NTB,” pungkas Dewi Larasati.

Rangkaian Kejurnas dan Open Tournament Equestrian 2026 diikuti oleh 34 atlet dari 8 Provinsi yakni Bali, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kalimantan Barat, dan Jawa Barat. Kejurnas kali ini akan dilaksanakan pada 22 hingga 25 Oktober 2026, dengan mempertandingkan nomor pertandingan Dressage dan Show Jumping dalam berbagai kategori.

Melalui Kejurnas dan Open Tournament Equestrian 2026, FN. Pordasi Equestrian berupaya memperkuat sistem pembinaan dan kompetisi yang berkesinambungan. Babak Kualifikasi pertama menjadi kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan hasil pembinaan di daerah, serta melakukan evaluasi menuju PON XXII/2028 NTT-NTB.

Dengan dukungan berbagai pihak Kejurnas dan Open Tournament Equestrian 2026 diharapkan dapat mendorong peningkatan prestasi melalui pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan, serta melahirkan atlet-atlet Equestrian Indonesia yang berpotensi menorehkan prestasi di kancah internasional.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *